Tahapan-tahapan Proses Penerapan ISO dari A Hingga Z

Tahapan-tahapan Proses Penerapan ISO dari A Hingga Z

The International Organization for Standardization atau yang dikenal dengan sebutan ISO adalah organisasi skala internasional yang melakukan dan menetapkan standarisasi dalam bidang industri. Organisasi ISO memiliki peran yang sangat besar dalam memfasilitasi perdagangan internasional. Untuk anda yang ingin membangun perusahaan atau industri yang diakui oleh dunia maka anda harus memiliki sertifikasi ISO.

Proses Penerapan ISO Sampai Berhasil

Ada banyak sekali manfaat yang dapat dipetik jika sudah mendapatkan sertifikat dari ISO, di antaranya kredibilitas perusahaan semakin bagus, kepercayaan konsumen semakin meningkat, dan kualitas perusahaan terjamin dengan standar internasional. Dari manfaat-manfaat di atas tidak heran jika banyak perusahaan dan industri yang berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikat dari badan sertifikasi ISO.Berikut tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh industri untuk mendapatkan sertifikasi dari ISO :

1. Langkah pertama diawali oleh pimpinan perusahaan atau industri untuk menetapkan sistem manajemen ISO yang tepat bagi perusahaan tersebut. Pastikan juga perusahaan yang dijalankan sudah aktif selama 3 bulan.

2. Peran pimpinan perusahaan yang aktif sangat penting, pimpinan harus aktif di dalam perkumpulan industri untuk mengetahui standar dari ISO. Bisa juga mempelajari segala hal yang berkaitan dengan ISO melalui buku pegangan standar ISO.

3. Perusahaan yang akan membuat sertifikasi ISO harus membuat tim khusus, tim tersebut minimal terdiri dari 2 anggota dari setiap devisi.

4. Mulai tetapkan waktu yang paling tepat memulai training ISO. Terdiri dari training pengenalan, training dokumentasi dan training internal audit.

5. Menggunakan jasa juga bisa menjadi pilihan terbaik untuk mendapatkan sertifikat dengan mudah, melalui jasa ISO perusahaan tinggal menyiapkan segala dokumen atau data yang dibutuhkan.

6. Cobalah untuk membandingkan perusahaan antara sebelum dan sesudah menggunakan standar ISO, cek dan lakukan analisa segala hal yang kurang. Mulailah untuk menetapkan kebijakan, job desk, struktur organisasi, target dan prosedur kerja masing-masing departemen.

7. Selanjutnya yang membutuhkan kerja keras adalah tahap memelihara sistem manajemen ISO yang sudah diterapkan. Pada masa-masa ini komunikasi dan training ISO harus berjalan dengan baik, selain itu perusahaan khususnya bagian audit internal menyiapkan syarat-syarat standar ISO yang harus dipenuhi.

8. Langkah selanjutnya melakukan audit internal dan rapat tinjauan manajemen, di sini auditor akan memberikan laporan untuk memenuhi persyaratan standar ISO. Jika semua persyaratan sudah terpenuhi maka industri atau perusahaan sudah layak mendapatkan sertifikat dari badan sertifikasi ISO.

Demikian informasi seputar proses penerapan ISO untuk perusahaan atau industri, dengan memiliki sertifikat dari ISO maka diharapkan perusahaan atau industri mampu berkembang dan bersaing dengan industri skala internasional.