Sepak Terjang Johan Cruijff: Maestro Total Football Ajax, Berjuang di Barcelona Hingga Belanda

Siapa yang tak ingat dengan legenda sepak bola Hendrik Johannes Cruijff? Pasti kamu yang maniak bola sangat mengenal mantan pemain dan pelatih sepak bola asal Belanda kelahiran 25 April 1947 ini. Sepak terjangnya di dunia bola kini tinggal kenangan. Seperti apakah?

Maestro Total Football Ajax, Berjuang di Barcelona Hingga Belanda

Dipersunting Ajax Amsterdam Pada Usia Belia

Johan kecil masih berumur 10 tahun ketika dirinya diajak untuk bergabung dengan Ajax Amsterdam. Debut pertamanya melawan Groningen pada 15 November 1964 dihiasi dengan kekecewaan karena timnya kalah meskipun ia berhasil mencatat Prediksi Skor Bola dengan menyarangkan sebuah gol ke gawang lawan.

Satu musim kemudian Johan menampakkan keterampilannya dengan menyarangkan 25 gol pada 23 penampilannya. Dilanjutkan dengan 33 gol yang membawanya menjadi top scorer pada musim berikutnya. Musim ketiga tak kalah membanggakan, timnya meraih trofi Liga dan ia membawa pulang gelar pemain terbaik Belanda. Timnya mengejutkan dunia sepak bola karena pada saat yang sama berhasil menjadi runner up Liga Champion setelah dikalahkan AC Milan.

Ia terus menorehkan berbagai prestasi yang tak terhitung sejak saat itu. Dari semua kompetisi yang diikutinya bersama Ajax, ia berhasil mencetak total 251 gol pada perolehan Prediksi Skor Bola sebelum kemudian ia dipersunting Barcelona pada musim panas 1973 dengan nilai transfer $ 2 juta pada saat itu.

Maestro Total Football Ajax, Berjuang di Barcelona Hingga Belanda

Berlayar Ke Barcelona – Singgah di La Aztecs, Washington Diplomats, dan Levante

Piala pertama Johan bersama Barcelona ia dapatkan pada musim pertama ia berada disana. Ia juga berhasil membawa pulang Piala Spanyol dan mencetak Prediksi Skor Bola dengan total 43 gol dari 143 pertandingannya. Namun hanya itu saja karirnya saat di Barcelona. Performanya kembali menurun.

La Aztecs, klub asal Amerika Serikat menjadi pelabuhan ketiga Johan. Tak bertahan lama, setahun kemudian ia pindah ke Washington Diplomats. Di sini ia juga tak bertahan lama. Ia kembali ke Ajax untuk menjadi penasihat teknik. Namun nostalgia memunculkan keinginannya untuk kembali bermain di lapangan menguat.

Ia kemudian pindah ke Levante dan tampil pada Liga Spanyol. Ia bertanding pada 10 pertandingan dan berhasil mencetak 2 gol. Sayangnya, ia cedera parah dan harus rela absen selama satu musim dan kontraknya tak diperpanjang.

Johan saat bersama Pep Guardiola

Kembali ke Ajax Meskipun Dikecewakan

Pada akhir 1981, Johan kembali ke Ajax sebagai pemain. Timnya berhasil memenangkan Liga Belanda namun ketika kontraknya berakhir, kontraknya tak diperpanjang. Karena kemarahannya, ia kemudian pindah ke Feyenoord Rotterdam, rival Ajax. Di sini ia berhasil membawa timnya juara piala KNVB dan juara liga sebelum kemudian ia memutuskan pensiun sebagai pemain.

Pada 1985 Ajax menggandeng Johan sebagagi pelatih. Johan membawa tim asuhannya menjadi juara liga dan membawa piala winners dengan perolehan Prediksi Skor Bola yang cukup memuaskan. Pada tahun 1988 ia memutuskan untuk kembali meninggalkan Ajax untuk bergabung dengan Barcelona sebagai pelatih. Di sini ia sukses membawa Barca meraih 4 piala Liga Spanyol, satu kemenangan Liga Champion, Piala Winners, Piala Spanyol, dan Piala Super Eropa.

Sepak terjangnya harus berhenti saat usianya mencapai 68 tahun. Ia tutup usia pada 24 Maret 2016 setelah berjuang melawan penyakit kanker paru-paru.